Cegah Gunakan Oli Palsu? Ini Dia Berbagai Tips Otomotifnya

Berbagai informasi terkait tips otomotif selalu penting untuk diketahui oleh para pengemudi. Salah satunya supaya terhindar dari pedagang atau bengkel nakal yang sering menjual oli palsu kepada para pelanggannya.

Umumnya, para pembuat dan pedagang oli palsu ini ingin mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya tanpa memedulikan bahwa tindakan yang mereka lakukan akan sangat merugikan para pengemudi atau pelanggan mereka.

Oleh itulah, demi bisa mengamankan kendaraan Anda dari kerusakan akibat salah memilih oli, inilah artikel ini membahas seluruh tips membedakan mana yang asli dan palsu.

Berbagai Tips Otomotif Mengetahui Oli Palsu VS Asli yang Tepat

Cegah diri tertipu, inilah berbagai tips otomotif yang tepat untuk ketahui apakah oli buat kendaraan Anda palsu atau asli. Memang apa sajakah itu?

Oli adalah salah satu bahan penting untuk membuat kendaraan yang dimiliki bisa tetap bagus, awet, serta aman dan nyaman untuk dikendarai.

Semakin asli dan berkualitas olinya maka semakin bagus dan awet kendaraan yang digunakan. Akan tetapi, sekarang ini banyak beredar berbagai oli palsu, baik di toko-toko maupun bengkel oleh para pelaku curang yang ingin raup keuntungan besar dengan biaya murah.

Berdasarkan hal itu, lantas bagaimanakah tips untuk bedakan oli palsu dan asli yang tepat untuk diketahui dan dilakukan? Simak seluruhnya di sini!

1. Cek Kemasan dan Barcode

Saat hendak mengetahui apakah oli itu asli atau palsu, hal yang paling utama untuk dilakukan saat ditawarkan oli oleh bengkel atau toko adalah dengan mengecek barcode dan kemasannya.

Meski tidak semua merek oli, namun biasanya pada tutup oli terdapat barcode yang berguna untuk cek seri dan spesifikasi oli tersebut.

Yang asli biasanya barcode bisa dengan mudah di-scan, namun kalau palsu biasanya ini tidak bisa atau susah dilakukan.

Untuk kemasannya, label yang asli biasanya cetakannya lebih muncul, tebal, dan simetris, dengan kondisi tutup botolnya keras dan kokoh. Jika palsu, maka kondisi kemasannya adalah sebaliknya.

2. Harga yang Murah

Dikarenakan ingin punya keuntungan banyak dengan biaya sedikit, biasanya oli yang palsu akan dijual dengan harga yang lebih murah dibandingkan yang asli di pasaran.

Dengan harga yang murah itu, penjual tetap dapat untung besar karena biaya produksinya sangat murah dan pembeli yang datang sangat banyak demi bisa beli bahan itu dengan harga murah.

Kalau oli asli, mau semurah apapun itu pasti tetap lebih mahal dari harga oli palsu karena bahan baku, alat produksi, serta prosesnya pun sudah pasti mengeluarkan biaya yang mahal.

3. Warna dan Tekstur Oli

Oli yang asli umumnya memiliki warna yang kuning keemasan dan jernih, serta tekstur yang kental.

Bila oli yang Anda peroleh warnanya berbeda-beda atau tidak kuning keemasan, serta teksturnya cukup padat atau encer dan keruh, maka itu adalah oli palsu.

Selain dua hal ini, biasanya oli yang asli tidak punya aroma atau bau tertentu, sedangkan oli yang palsu punya aroma atau bau yang tidak sedap, aneh, atau tidak lazim.

4. Cek Komposisi Zat pada Oli

Oli yang asli dan berkualitas bagus, pastinya memiliki zat atau bahan aditif tertentu yang berguna untuk cegah kerusakan kendaraan oleh aus, gesekan, dan korosi.

Apabila oli yang hendak dipilih tidak memiliki komposisi zat tersebut, curigalah bahwa itu adalah yang palsu.

Itu dia bermacam tips otomotif tentang mengetahui apakah itu oli palsu atau asli untuk kendaraan Anda. Informasi ini sangatlah penting bagi ketahanan kendaraan Anda. Jadi, jangan dilewatkan, ya!